ETOS KERJA DALAM ISLAM


Pernahkah kalian mendengar kata etos kerja?

Mungkin beberapa dari kalian mengetahui etos kerja seperti apa. Dari mulai kata Etos sendiri memiliki arti yaitu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) etos adalah pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial.. Kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok. Jadi, pengertian etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok.

Dalam Islam, etos kerja atau dapat dikatakan semangat kerja atau motivasi kerja itu dilandani oleh semangat beribadah kepada Allah swt. Jadi bekerja tidak hanya untuk mencari uang atau kebutuhan duniawi saja tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada Allah swt. Dari penjelasan tersebut menjelaskan bahwa dalam Islam, semangat kerja tidak hanya untuk memperoleh harta melainkan juga meraih ridha Allah swt.

Etos kerja muslim adalah seorang muslim bahwa bekerja tidak hanya bertujuan mencari uang atau memuliakan diri, tetapi juga sebagai suatu cara perwujudan dari amal shalih dan mempunyai nilai ibadah. Bekerja telah menjadi salah satu identitas dari seorang muslim dengan didasarkan oleh prinsip-prinsip iman/tauhid sekaligus meninggikan martabat dirinya sebagai hamba Allah SWT. Meski makhluk hidup di bumi ini sudah diatur rezekinya oleh Allah swt. Tetapi orang yang memiliki kemalasan dalam hal tersebut tidak ada tempat di dalam Islam. Manusia yang enggan bekerja, malas dan tidak mau kreatif,inovatif dan produktif maka sama saja dia menurunkan derajat serta martabatnya.

Disini ada beberapa yang termasuk ciri-ciri etos kerja muslim diantaranya disiplin terhadap waktu, ikhlas, istiqomah, jujur, kreatif, memiliki tekad dan keyakinan, pantang menyerah, bertanggung jawab dalam bekerja, berani menghadapai setiap tantangan yang ada, bekerja sebagai amanah, efisien, memiliki harga diri, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Selain memiliki jiwa pemimpin ada juga sikap mandiri yang dimiliki, haus mencari ilmu, memperkaya jaringan atau komunikasi, memiliki semangat perubahan (inovatif) dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Begitu banyak ciri-ciri etos kerja muslim yang disebutkan diatas, pertanyaannya sekarang adalah mampukah kita sebagai seorang muslim memiliki ciri-ciri etos kerja tersebut? Jika kita benara-benar bekerja karena Allah, tentu kita akan mampu melakukannya dengan semaksimal mungkin.

Dengan bekerja keras maka banyak manfaat yang akan kita peroleh dari usaha yang kita lakukan. Jika kita berusaha dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dan tidak tergantung dengan orang lain, Allah akan memberi rezeki sesuai dengan usaha yang dilakukan. Allah SWT sudah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, menjamin rezeki tersebut bukan berarti kita boleh bermalas-malasan dalam menunggu rezeki, tetapi harus terus berusaha dengan sungguh-sungguh. Karena ada manfaat yang bisa diperoleh dengan kita bekerja keras antara lain:

a. Menjaga kehormatan diri, karena dengan bekerja keras hidup akan menjadi mandiri.

b. Merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup.

c. sarana beribadah kepada Allah swt.

d. memperkuat karakter seseorang, karena akan muncul sifat tabah, sabar, dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah.

Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menjelaskan mengenai etos kerja dan di bawah ini adalah satu diantaranya dengan isi kandungannya secara singkat.

Dasar/dalil dari Al quran :

1.     Q.S.At Taubah (9) : 105

105. Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.  

Isi kandungan Q.S. At Taubah(9):105:

1.      Perintah bershadaqah dan berzakat serta beramal shaleh sebanyak mungkin bagi siapa saja yang ingin bertaubat.

2.      Amal shaleh yang mereka lakukan akan dilihat Allah SWT dan Rasul serta orang-orang mukmin.

3.      Setiap manusia akan kembali ke alam akhirat.

4.      Tidak merasa cukup hanya dengan melakukan taubat,zakat, amal shaleh, dan shalat semata, melainkan juga harus melakukan semua hal baik secara maksimal dan unggul, sehingga umat Islam memiliki karakter yang berbeda dibanding umat lain.

5.      Allah akan memberikan balasan yang berlipat ganda, tanpa mengurangi pahala bagi mereka yang memberi contoh baik atau yang mencontoh.

6.      Peringatan keras kepada orang-orang yang menyalahi aturan Allah SWT.

 

         2. Q.S. Az Zumar(39):39

 


39. Katakanlah: "Hai kaumku, Bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, Sesungguhnya aku akan bekerja (pula), Maka kelak kamu akan mengetahui.

Isi kandungan Q.S. Az Zumar (39):39 :

1.      Perintah nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan tantangan kepada kaum musyrikin yang hendak berbuat makar dan tipu daya.

2.      Dunia pada akhirnya akan menyadari bahwa yang akan mendapatkan kemenangan adalah kaum muslimin.

3.     Umat islam ditantang untuk mengangkat tentang kebenaran islam. Benarkah umat Islam adalah pemalas, tidak produktif, dan memiliki semangat kerja yang rendah? Padahal, seharusnya umat Islam itu umat yang terbaik, dan unggul, dan mampu menjadi wasit.

 

Demikianlah, dan sekali lagi, tanamkan etos kerja didalam diri kalian dan bekerjalah secara sungguh-sungguh sesuai dengan ciri-ciri etos kerja seorang muslim diatas karena akan memiliki manfaat didalam diri kalian sendiri. Jadi bekerja tidak hanya untuk mencari uang tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada Allah swt. Dari penjelasan tersebut menjelaskan bahwa dalam Islam, semangat kerja tidak hanya untuk memperoleh harta melainkan juga meraih ridha Allah swt.

Komentar

  1. Artikelnya senada dengan materi pembinaan kemarin. Keren banget. Terus menulis agar bisa menginspirasi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Puasa Berjalan Lancar

Pentingnya Hormat dan Patuh kepada Orang Tua